6 Bahaya Sinar Ultraviolet

Sinar Ultraviolet

6 Bahaya Sinar Ultraviolet

Sinar ultraviolet (UV) adalah salah satu bentuk energi yang dihasilkan oleh matahari. Walaupun memiliki berbagai manfaat seperti sumber alami vitamin D bagi tubuh kita, namun terlalu banyak terpapar oleh sinar ultraviolet dapat menimbulkan bahaya seperti berikut ini :

Penyebab terjadinya kanker kulit

Sinar UV mengandung karsinogen (zat yang dapat menimbulkan kanker) yang paling umum pada lingkungan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa, sinar UV merupakan penyebab utama terjadinya kanker kulit seperti karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma.

Kanker kulit ditandai dengan munculnya bintik-bintik coklat pada kulit. Untuk itu disarankan untuk menggunakan sunblock setiap kali beraktivitas di bawah terik matahari.

Dapat membakar kulit

Sinar UV, khususnya UV-B dapat mengakibatkan sel kekebalan tubuh yang ada pada kulit melepaskan histamin dalam jumlah yang besar. Hal ini mengakibatkan pembesaran pembuluh darah, peradangan akut, serta dapat mematikan berbagai jenis sel kulit yang berdampak pada terjadinya pengelupasan pada kulit. Pemakaian sunblock dapat mengurangi resiko terbakarnya kulit.

Mempercepat proses penuaan dini

Sinar UV dapat mengakibatkan hancurnya kolagen dan jaringan ikat di bawah lapisan atas kulit. Hal inilah yang menyebabkan kulit menjadi keriput, kecoklatan, muncul bintik-bintik, serta hilangnya elastisitas kulit.

Merusak sistem kekebalan tubuh

Paparan radiasi UV yang berlebih dapat memicu bahaya pada sistem kekebalan tubuh. Sengatan sinar matahari dapat mengubah distribusi dan fungsi sel darah putih untuk melawan penyakit. Sehingga dapat menyebabkan kerusakan sistem kekebalan yang melindungi tubuh dari bakteri, mikroba, virus, racun dan parasit.

Memicu kerusakan pada mata

Terlalu lama berada di bawah paparan sinar ultraviolet pada intensitas yang tinggi dapat menyebabkan rusaknya jaringan sel-sel pada mata serta memicu resiko terjadinya photokeratitis. Keadaan ini seperti sensasi terbakar pada permukaan mata. Jika semakin parah, gangguan ini dapat menyebabkan terjadinya komplikasi.

Pada tahun 1998, Journal of American Medical Association menyatakan bahwa sinar matahari dapat meningkatkan risiko kerusakan pada mata seperti katarak, kebutaan, pterygium dan Pinguekula. Radiasi sinar UV dapat mengakibatkan reaksi oksidasi pada lensa mata, sehingga dapat menimbulkan kekeruhan pada lensa mata. Oleh karena itu, sebaiknya pergunakanlah kacamata hitam saat anda sedang berada di bawah sinar matahari yang terik.

Dapat memudarkan warna

Sinar UV juga dapat merubah pigmen atau zat pewarna yang biasa digunakan pada makanan, kain, plastik, cat, tinta, dan bahan-bahan lainnya.

Share this post